TIAP orang memiliki cara tersendiri untuk mencintai orang yang dikasihinya. Tetapi tidak jarang, orang yang dicintai tidak tahu kalau ia sangat dicintai. Cinta kemudian menjelma menjadi semacam bahasa ‘asing’. Terindera namun tidak mudah untuk dimaknai. Bahkan diabaikan. Dari ide seperti itu, cerita dalam The Painted Veil ini dibangun.
Rangkaian gambar film bertutur dalam perspektif Kitty Fane (yang diperankan Naomi Watts). Wanita yang menjadi tokoh utama ini terlibat hubungan asmara dengan pria bernama Charlie Townsend. Film menjadi menarik karena Kitty sebelumnya telah menikah dengan seorang ahli bakteri Walter Fane (Edward Norton). Celakanya lagi, hubungan antara Kitty dan Townsend diketahui oleh Walter.
Apa yang akan dilakukan oleh Walter ketika mengetahui istrinya berhubungan intim dengan pria lain? Bagaimana reaksi Kitty yang terjebak dalam rasa bersalah (kepada suami) dan cinta yang membara (kepada Townsend yang ternyata juga telah memiliki istri)? Cerita dalam film ini berjalan dengan kedua ‘mesin’ (pertanyaan) tadi. [detail]
Oktober 22, 2008 at 6:50 pm
he3x….iya…orang tua saya juga menyarankan begitu :
lebih baik menikah dengan lelaki yg mencintai kita dibanding lelaki yang kita cintai….
dalam perjalanan waktu….
banyak juga teman feminis saya berpikiran sebaliknya….
saya gak tahu yg benar yg mana….
he3x…
mungkin gak ada yg salah ato benar ya….
Oktober 23, 2008 at 7:36 am
Yg sepakat dgn yang pertama mungkin berpikir krn wanita dapat belajar mencintai. Yg sepakat dgn yg kedua (baca: teman feminisnya mba’Yolanda) mungkin berasumsi wanita punya hak yg penuh atas dirinya. Termasuk urusan menentukan siapa yg harus dicintai dan dinikahi.
Tau ah… gelap! Hehehe…
Oktober 23, 2008 at 10:59 am
kayaknya bisa jadi ide tulisan dalam kaitan dg gender ni….